Dari status facebook Ismail Amin
kau kenal khalifah Abu Bakar?
dia khalifah yang tidak lebih nikmat hidupnya dari pembantunya.... semua hartanya dia sumbangkan untuk perjuangan Islam, meski berkuasa, dia tidak memperkaya keluarganya, dia juga tidak mewariskan tahta kekhalifaan untuk keturunannya...
kau kenal khalifah Umar?
dia tidak segan2 saling berganti mengendarai kuda dengan ajudannya menuju Baitul Maqdis.. dia dengan mudah ditemui beristirahat dibawah pohon tanpa pengawal... istananya adalah gubuk pribadinya yang sederhana, tidak perlu keprotokoleran untuk menemui dan mengadu padanya dia lebih mengutamakan keluarga Nabi dari keluarganya sendiri... tdk sedikitpun harta baitul mall dia gunakan untuk kepentingan pribadinya, kau ingat, jika untuk bicara persoalan pribadi dengan tamunya, dia lakukan itu dalam gelap krn tdk mau menggunakan uang negara untuk kepentingan pribadi...
kau kenal Khalifah Utsman?
dia sahabat Nabi yang sangat dermawan, saat jadi khalifah dipikirannya hanya kemajuan umat Islam, bukan hanya dizamannya tapi juga masa depan umat Islam... dia gagas penyatuan mushaf Al-Qur'an... dia perluas masjidil haram dan nabawi dan memperlakukan tamu2 Allah dengan sebaik2nya pengagungan.... lisannya senantiasa basah oleh zikir dan bacaan al Qur'an, bahkan konon saat dibunuh pemberontakpun Ia sedang khusyuk pada bacaan Al-Qur'annya...
kau kenal khalifah Ali?
dia makannya roti keras dengan alasan, orang2 miskin akan bangga, punya makanan sama dengan khalifah dan agar orang2 kaya tidak berlebihan... keadilannya tdk pandang bulu, semua sama haknya dihadapan hukum... pakaiannya keras bahkan bertambal, pakaian anak2nya tdk lebih bagus dari pakaian rakyat jelata... dalam mengangkat gubernur2, dia memilih karena kredibilitas bukan karena dekatnya kekerabatan dan hubungan keluarga...
sekarang...
kau kenal khalifah Muawiyah?
dia memposisikan dirinya sebagai raja. Punya istana hijau yang megah. Keluarganya hidup foya2 dan bermewah2an... punya ribuan pengawal pribadi.... wilayah Daulah Islam yang luas membentang sampai ke eropa dikuasai orang2 penting dari keluarganya... disini kembali tradisi Jahiliyah dihidupkan, jarak antara kaya dan miskin kembali direnggangkan, antara bangsawan dan rakyat jelata jadi tampak perbedaannya, dia sulit ditemui rakyat biasa di istananya... bedanya, semuanya dibalut dengan jubah keislaman...
dan puncaknya, dia mengangkat putranya sebagai khalifah, meskipun tidak layak, Yazid bin Muawiyah... yang mengawali runtuhnya kekhalifaan khulafaur rasyidin yang mengagungkan kemanusiaan dan persamaan derajat...
Muawiyahlah yang menggagas konsep kekuasaan keluarga yang dibalut dengan jubah Islam.... dialah yang mendirikan kerajaan yang hanya membuat kaya keluarga sendiri... dialah yang merenggangkan jarak antara penguasa dan rakyat...
melihat kenyataan itu, sebagai cucu Rasulullah... apa kau kira Imam Husain As berdiam diri saja? penentangannya pada Yazid, adalah untuk mengembalikan gairah Islam yang tidak membedakan manusia dari kelas dan status sosialnya, melainkan dari ketakwaan dan keluhuran budi... perlawanannya adalah untuk mengembalikan konsep kekhalifaan untuk keadilan dan kesetaraan untuk semua rakyat, bukan hanya kesejahteraan untuk keluarga dan orang2 dekat khalifah...
dan ketika kesyahidan Imam Husain dalam memperjuangkan itu diperingati, ada yang melarang2...
apa alasannya kalau bukan menjaga konsep kekuasaan yang dilahirkan Muawiyah itu yang diterapkan kerajaan Arab Saudi sekarang? mengatasnamakan agama untuk kepentingan pribadi dan golongan.... menggunakan dalil2 agama untuk melegitimasi syahwat kekuasaan...
peringatan Asyura, tdk akan melahirkan pertikaian mazhab.... yang ada justru mempersatukan mazhab2 yang ada... untuk bersama2 menggalang kekuatan mengembalikan kekuasaan daulah Islam ditangan orang2 yang bertakwa dan adil... mengembalikan ruh kekhalifaan Khulafaur Rasyidin, yang dulu diperjuangkan Imam Husain, bahkan rela terbantai karena itu...
bisa dipahami?
No comments:
Post a Comment